Pidatotiga bahasa diadakan di tiga tempat yang berbeda, yaitu pidato Bahasa Inggris di asrama B9, pidato Bahasa Arab di asrama B5, dan pidato Bahasa Jawa di asrama A7. Urgensi santri cerdas dalam mengaji dan berorganisasi menjadi tema dalam lomba pidato kali ini. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Santri juga makhluk sosial.
Sholawatbeserta salam juga kita ucapkan dan kita haturkan kepada nabiyullah Muhammad SAW, yang selalu kita nantikan syafaat dan pertoongannya di hari kiyamat nanti. Hadirin yang saya hormati Pada kesempatan hari ini tepat tanggal 22 Oktober 2017 saya akan menyampaikan sebuah pidato singkat dengan tema hari santri nasional.
3 Kerap dipanggil 'ustadz' Tak sembarang orang mendapat julukan ustadz, loh. Bersyukurlah kamu yang saat ini jadi santri dan sudah digelari ustadz. Bila santri dapat memelihara julukan itu dengan memperlihatkan akhlak yang baik, maka ia nilai plus bagi dirinya dan pesantren, tempatnya menuntut ilmu. 4. Sering diundang mengisi pengajian
PidatoHari Guru Terbaru Singkat Dan Menarik. Pidato Hari Guru Terbaru. 1. Pidato Hari Guru Tentang Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) 2. Pidato Hari Guru Tentang Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. 3. Pidato Hari Guru Tentang Dedikasi Luar Biasa Seorang Guru. 4.
muhadharahini, para santri berlatih untuk berpidato dalam tiga bahasa. Para santri dibekali kemampuan untuk membuat teks pidato, menterjemahkan kedalam bahasa Arab dan Inggris serta berlatih pidato didepan seluruh para santri di Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar Kota Pontianak).
rumus suku ke n dari barisan 2 6 12 20 adalah. Pidato Keutamaan Menjadi Santri from Sub Judul 1. Keutamaan menjadi santri 2. Manfaat dari menjadi santri 3. Kesulitan dalam menjadi santri 4. Motivasi dalam menjadi santri 5. Cara menjadi seorang santri Menjadi seorang santri memang merupakan hal yang mulia. Santri adalah mereka yang mengikuti ajaran agama dengan sungguh-sungguh, mematuhi segala larangan dan menjalankan segala perintah-Nya. Mereka merupakan orang yang istiqomah dalam menjalankan ibadah dan mentaati perintah-Nya. Santri adalah mereka yang menghayati nilai-nilai keagamaan, menjaga moral dan akhlaknya, dan memahami ajaran agama yang dianutnya. Mereka adalah orang yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Menjadi seorang santri juga memiliki banyak manfaat. Dengan menjadi santri, seseorang dapat belajar tentang ajaran agama dan meningkatkan pengetahuan tentang agamanya. Santri juga dapat meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan memperoleh keberkahan dari-Nya. Selain itu, menjadi santri juga dapat meningkatkan keimanan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dengan menjadi santri, seseorang juga akan lebih mudah untuk menjalankan perintah-Nya dan berdakwah kepada orang lain untuk mentaati perintah-Nya. Tentu saja, menjadi seorang santri juga memiliki kesulitan tersendiri. Di antaranya, seseorang harus berjuang untuk dapat memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Selain itu, menjadi santri juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk terus belajar tentang agamanya dan meningkatkan keimanannya. Juga, seseorang harus berjuang untuk dapat menghindari dari berbagai godaan yang ada di dunia ini. Keutamaan Menjadi SantriManfaat dari Menjadi SantriKesulitan dalam Menjadi SantriMotivasi dalam Menjadi SantriCara Menjadi Seorang Santri Banyak orang yang berusaha menjadi seorang santri karena mereka menyadari bahwa menjadi seorang santri memiliki banyak keutamaan. Keutamaan menjadi seorang santri antara lain, meningkatkan keimanan dan menghayati nilai-nilai keagamaan. Dengan menjadi santri, seseorang akan lebih mudah untuk menjalankan perintah-Nya dan melakukan amal shalih. Selain itu, menjadi santri juga dapat menjaga moral dan akhlak, sehingga orang yang menjadi santri akan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Keutamaan lainnya dari menjadi santri adalah dapat meningkatkan kemampuan berdakwah. Dengan menjadi seorang santri, seseorang akan memiliki banyak pengetahuan tentang agama yang dianutnya. Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah untuk berdakwah dan mengajak orang lain untuk mentaati perintah-Nya. Selain itu, menjadi santri juga dapat meningkatkan rasa taqwa dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan. Dengan menjadi santri, seseorang akan lebih mudah untuk menghayati nilai-nilai keagamaan dan menjalankan ibadah dengan benar. Manfaat dari Menjadi Santri Selain keutamaan, menjadi seorang santri juga memiliki banyak manfaat. Dengan menjadi santri, seseorang dapat belajar tentang ajaran agama dan meningkatkan pengetahuan tentang agamanya. Santri juga dapat meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan memperoleh keberkahan dari-Nya. Selain itu, menjadi santri juga dapat meningkatkan kemampuan berdakwah. Dengan menjadi santri, seseorang akan memiliki banyak pengetahuan tentang agama yang dianutnya. Dengan begitu, seseorang akan lebih mudah untuk berdakwah dan mengajak orang lain untuk mentaati perintah-Nya. Menjadi santri juga dapat meningkatkan rasa taqwa dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan. Dengan menjadi santri, seseorang akan lebih mudah untuk menghayati nilai-nilai keagamaan dan menjalankan ibadah dengan benar. Kesulitan dalam Menjadi Santri Tentu saja, menjadi seorang santri juga memiliki kesulitan tersendiri. Di antaranya, seseorang harus berjuang untuk dapat memahami ajaran agama dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Selain itu, menjadi santri juga membutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk terus belajar tentang agamanya dan meningkatkan keimanannya. Juga, seseorang harus berjuang untuk dapat menghindari dari berbagai godaan yang ada di dunia ini. Kemudian, menjadi seorang santri juga membutuhkan waktu dan usaha yang cukup untuk dapat menjalankan segala ibadah dan perintah-Nya. Selain itu, seseorang juga harus berjuang untuk dapat menjaga moral dan akhlaknya agar tetap sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Kesulitan lainnya dalam menjadi santri adalah seseorang harus berjuang untuk menjaga komitmen dan tekad untuk tetap menjadi santri. Seseorang harus bersabar dan terus berusaha untuk meningkatkan keimanan dan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh. Motivasi dalam Menjadi Santri Untuk bisa menjadi seorang santri yang istiqomah, seseorang harus memiliki motivasi yang kuat. Salah satu motivasi terkuat untuk menjadi seorang santri adalah mengingat bahwa Allah telah menjanjikan banyak pahala untuk orang yang menjadi santri dan menjalankan perintah-Nya. Dengan motivasi ini, seseorang akan lebih mudah untuk menjadi seorang santri yang istiqomah dan mendapatkan pahala dari-Nya. Motivasi lainnya adalah mengingat bahwa seorang santri adalah contoh yang baik bagi orang lain. Dengan menjadi santri, seseorang dapat menjadi teladan bagi orang lain untuk mentaati perintah-Nya dan melakukan amal shalih. Oleh karena itu, menjadi seorang santri juga merupakan bentuk ibadah dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Motivasi lainnya adalah mengingat bahwa sebagai seorang santri, seseorang akan diberi kemudahan untuk menjalankan ibadah dan menghayati nilai-nilai keagamaan. Dengan menjadi santri, seseorang akan lebih mudah untuk dapat menyampaikan dakwah dan berdakwah kepada orang lain agar mentaati perintah-Nya. Cara Menjadi Seorang Santri Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat menjadi seorang santri. Pertama, seseorang harus mempelajari ajaran agama yang dianutnya dan memahami nilai-nilai keagamaan. Seseorang juga harus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan tentang agamanya dan menghayati nilai-nilai keagamaan. Kedua, seseorang harus berusaha untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menghindari dari berbagai larangan-Nya. Selain itu, seseorang juga harus berusaha untuk menjaga moral dan akhlaknya agar tetap sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Ketiga, seseorang harus berusaha untuk meningkatkan keimanan dan berdakwah kepada orang lain agar mentaati perintah-Nya. Dengan berdakwah, seseorang dapat meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan dan mengajak orang lain untuk mentaati perintah-Nya. Dengan demikian, menjadi seorang santri adalah hal yang mulia. Menjadi seorang santri memiliki banyak keutamaan dan manfaat, seperti meningkatkan keimanan dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan, meningkatkan kemampuan berdakwah, serta menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Namun, menjadi seorang santri juga memiliki kesulitan tersendiri, seperti harus berjuang untuk memahami ajaran agama, menghindari godaan dunia, dan menjaga komitmen untuk tetap menjadi santri. Oleh karena itu, memiliki motivasi yang kuat dan berusaha untuk menjadi santri yang istiqomah akan sangat membantu seseorang dalam menjadi seorang santri yang
Sebagai santri mungkin kamu melihat banyak kawanmu yang merasa minder dengan statusnya sebagai santri. Mereka merasa bahwa menjadi santri bukanlah suatu kebanggan jika dibandingkan dengan siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah kamu melihat ada teman sepondok yang seperti itu, nasihatilah ia bahwa menjadi santri memiliki banyak keutamaan. Bahkan kalau perlu sampaikanlah pidato tentang keutamaan menjadi santri kepadanya agar dia bangga dengan statusnya menjadi itu di artikel ini kami telah membuat beberapa judul pidato keutamaan menjadi santri. Semoga bermanfaat ya!Dimudahkan Menuju SurgaLebih Dekat Dengan AllahDitinggikan Derajatnya Dimudahkan Menuju SurgaTeman-teman yang dirahmati Allah SwtâŚKita semua tentu sudah mengetahui bahwa menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban. Sebagai sebuah kewajiban, maka jika kita mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Pun sebaliknya, jika kita meninggalkannya maka akan mendapatkan dosa. Rasulullah Saw bersabda yang artinya âMencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.âHR Ibnu MajahHanya yang menjadi pertanyaan adalah, ilmu apakah yang wajib dipelajari setiap muslim? Apakah seluruh ilmu? Atau hanya terbatas pada ilmu-ilmu sekalianâŚDalam hal ini Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani menyebut bahwa kata ilmu yang terdapat dalam berbagai hadits yang ada maksudnya adalah ilmu syarâi. Apa itu ilmu syarâi? Beliau berkataâIlmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekuranganâ Fathul Baari, 1/92.Dari keterangan beliau tadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu syarâi merupakan ilmu agama. Dalam hal ini termasuk di dalamnya tsaqafah islam seperti bahasa arab, fiqih, dan yang seorang santri, kita patut berbahagia. Karena selama ini kita semua di pesantren mempelajari ilmu agama secara mendalam. Yang artinya kita telah menunaikan kewajiban tersebut. Setiap hari kita menambah berbagai pengetahuan tentang islam, baik itu dengan pembelajaran di kelas atau sekalianâŚJangan merasa minder menjadi santri. Karena orang yang menuntut ilmu agama akan dipermudahkan jalannya menuju surga Allah. Dalam hal ini Baginda SAW tercinta pernah bersabda yang artinya Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga HR MuslimSekian dari sayaâŚ.Lebih Dekat Dengan AllahTeman-teman rahimakumullahâŚHidup di pesantren itu menyenangkan. Berbahagialah kalian menjadi santri di pesantren. Di pesantren kita dapat belajar banyak tentang pelajaran kehidupan yang tidak akan didapatkan di sekolah-sekolah pada umumnya. Janganlah kalian bersedih dan merasa iri dengan teman-teman kalian di luar sana yang bersekolah di sekolah-sekolah yakin kok, mungkin diantara kalian ada yang merasa iri dengan kehidupan teman-teman kalian di luar sana. Kamu iri karena mereka dapat hidup dengan bebas tanpa ada aturan yang mengekang. Atau mungkin kamu iri karena mereka setiap harinya bisa nongkrong-nongkrong dengan pacarnya di mall. Atau bahkan kamu iri karena mereka dapat push rank setiap masih ada perasaan-perasaan tersebut pada diri kalian semua, segeralah hilangkan perasaan tersebut. Buang jauh-jauh rasa iri tersebut dari hati kecilmu. Karena jika tidak dibuang, maka itu akan membuatmu semakin tidak betah di sekalianâŚIngatlah! Kehidupan di dunia ini hanyalah senda gurau semata. Kita diciptakan Allah ke dunia bukan tanpa tujuan sehingga kita dapat bermain-main di dalamnya. Akan tetapi Allah menciptakan manusia justru untuk beribadah kepada-Nya Allah berfirman yang artinya âAku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,â TQS Adz-Dzariyat 56Saat ini kita di pesantren dididik untuk senantiasa lebih dekat kepada-Nya. Setiap hari kita dibangunkan sejak dini hari untuk bersujud di saat orang lain sedang terlelap. Para asatidz senantiasa mengontrol aktivitas kita sehari-hari. Dari mulai adanya absen saat kajian, kewajiban shalat berjamaah di masjid, ngaji Qurâan bareng, dan kegiatan pada intinya kita sebagai santri dididik untuk lebih dekat dengan Allah. Karena itu kita tidak mesti iri kepada teman kita di luaran sana. Biarkanlah mereka sibuk dengan candaan dan kesibukan duniawinya. Karena dunia itu bukan tempat untuk bermain, melainkan tempat untuk menanam benih pahala agar dapat dipanen di akhirat dan terima kasihâŚDitinggikan Derajatnya Teman-teman sekalianâŚSaat ini kita hidup di pesantren untuk apa sih? Tentu jawabannya sudah jelas adalah untuk menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Setiap hari sejak bangun tidur hingga tidur lagi kita mendapatkan asupan ilmu agama. Baik itu dengan langsung mendapatkannya di kajian-kajian yang ada di masjid, pelajaran di kelas, ataupun saat sedang menghafalkan matan-matan sebagai santri yang juga merupakan manusia biasa kita terkadang merasa bosan dengan kehidupan yang kita jalani. Kita merasa jenuh dengan seluruh kegiatan yang terus rutin dilakukan setiap harinya. Kita merasa seolah hidup ini gitu-gitu aja, tidak ada hal yang baru di dalamnya. Sehingga biasanya ketika terbersit perasaan seperti ini, kita menjadi tidak betah di pondok dan ingin pulang ke merasa seolah tidak ada semangat lagi dalam belajar. Motivasi belajar yang dulu sangat menggebu-gebu sedikit demi sedikit berkurang hingga mencapai titik nadir. Kita menjadi tidak mood untuk melakukan kegiatan yang sudah di rutin dilakukan. Bahkan untuk shalat pun yang merupakan kewajiban utama setiap muslim yang dirahmati AllahâŚBersabarlah saat menapaki jalan menjadi seorang santri. Santri itu spesial dan istimewa. Kita itu berbeda dengan murid di sekolah-sekolah negeri atau swasta lainnya. Di saat teman-teman kita sibuk dengan hal keduniaan, kita disini disibukkan dengan berbagai hal menjurus kepada kehidupan dunia kita juga dididik untuk menjadi orang-orang yang paham ilmu agama. Setiap harinya kita dikader untuk bisa menjadi ulama dan asatidz yang dapat bermanfaat bagi umat. Kita diberi pengetahuan seputar masalah fiqih, bahasa arab, tata cara berkhutbah atau ceramah, dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan ilmu kita menjadi santri! Sebab Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang mencari illmu agama-Nya. Allah Swt. berfirman yang artinya âNiscaya Allah akan meninggikan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajatâ. TQS Al Mujadilah 11Demikian pidato keutamaan menjadi santri versi pesantren terbaik. Semoga dapat menggugah siapapun yang akan mendengarkannya juga3 Pembukaan Ceramah Lucu Ala Santri
Contoh Teks Pidato Peringatan Hari Santri Tahun 2021, Santri Siaga Jiwa Raga. Dok. KemenagSelamat Hari Santri Nasional!Pada tahun 2022 ini kita kembali singgah di momentum yang berbahagia bertajuk peringatan Hari Santri Nasional HSN Tahun kali peringatan ini digelar pada tahun 2016 sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun jika kita hitung-hitung, ternyata usia peringatan HSN baru 5 tahun ya. Masih sangat muda! Tapi tidak apa-apa karena semangat para santri tiada pernah akan bertambah peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 di tengah pandemi tahun lalu, pemerintah mengambil tema "Santri Siaga Jiwa Raga".Tema tersebut sejatinya mewakili pernyataan sikap tiap-tiap santri Bumi Pertiwi agar senantiasa siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, serta mewujudkan perdamaian Hari Santri Nasional 2021 juga cukup spesial dan penuh filosofi karena menggambarkan posisi Sholat, Sujud, Kebersamaan, Semangat, Berbagi, dan Jiwa Logo Hari Santri Nasional 2021. Dok. KemenagHarapannya, mudah-mudahan momentum HSN kali ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan diri, keluarga, bangsa, dan negeri Indonesia daripada itu, di sini juga telah menyiapkan teks pidato teks pidato Hari Santri Nasional singkat Tahun 2022 ini dapat digunakan oleh para pengasuh yayasan dan pesantren, hingga santri di itu, tersedia pula dokumen teks pidato Hari Santri Nasional PDF yang bisa diunduh secara gratis. Jadi, simak terlebih dahulu ya pidatonyaTeks Pidato Hari Santri Singkat 1 Jadilah Santri yang Berkomitmen Siaga Jiwa RagaTeks Pidato Hari Santri Singkat 1 Jadilah Santri yang Berkomitmen Siaga Jiwa Raga. Dok. KemenagAssalamuâalaykum Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillah, Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bilhuda wa dinil haq. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma shalli wa sallim wa barik ala Muhammad, wa ala alihi wasohbihi ajmaiâ hadirin yang dimuliakan oleh Allah di atas segalanya, marilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan kita nikmat baik di kala lapang maupun sempit sehingga kita semua bisa berkumpul di ruangan penuh ilmu ini dalam keadaan sehat wal berlantunkan salam kita sanjungkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW. Rasul penutup para Nabi, dan Rasul yang bakal memberikan syafaat bagi umatnya yang senantiasa bershalawat kepada beliau. Semoga kita termasuk salah satu umat yang bakal mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti. yang dirahmati oleh Allah SWT;Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita telah singgah di momentum yang luar biasa, yaitu peringatan Hari Santri Nasional HSN Tahun sejarah, peringatan Hari Santri awalnya dicetuskan pada tahun 2015 menurut Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 dan dirayakan pertama kali pada 22 Oktober tahun kita hitung kembali, agaknya pada tahun 2022 ini peringatan HSN baru memasuki usia ke-6 Sungguh masih sangat muda, namun gaungan resolusi jihad bakal terus berkobar tanpa memandang yang berbahagia;Santri sejatinya berperan besar terhadap kemajuan negeri. Peran ini sudah digaungkan oleh para ulama kita di masa lalu. Mereka berkisah bahwa tugas santri tidak hanya sekadar baca kita kuning, bermalam di pesantren atau meramaikan masjid saja melainkan juga ikut serta dalam memajukan yang hebat ialah mereka yang cinta dengan Tanah Air, karena biar bagaimana pun juga, kita semua hidup di Islam pula mengajarkan bahwa nilai ibadah dan muamalah itu sama pentingnya dan sebagai seorang insan, kita pula perlu berlomba-lomba dalam meraih kebaikan dunia dan caranya?Hadirin yang Saya hormati;Saat ini kita sedang berduka dan terus berusaha mengusir pandemi dari kediaman Nusantara tercinta. Sebagai seorang santri, sudah kewajiban kita untuk ikut bersiapsiaga dan mengerahkan jiwa raga untuk membantu perlu ikut berperang ke luar kota, minimal kita bisa siaga jiwa raga terhadap diri sendiri. Dimulai dari menjaga kebersihan jasmani dan rohani, mematuhi protokol kesehatan, serta terus menebarkan pikiran positif di mana pun diri ini gaungan atas resolusi jihad, santri pula bertanggung jawab untuk membersihkan diri dari pemikiran-pemikiran radikal yang bertentangan dengan Islam. Walau begitu, sebagai bangsa yang besar kita juga perlu meninggikan mengajarkan supaya berdakwah itu dilakukan dengan lemah lembut, perkataan yang baik, serta tidak menggunakan kekerasan. Hal tersebut tercantum jelas dalam Surah An-Nahl ayat rahimakumullah;Pada momentum peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 ini, marilah kita bergotong-royong untuk memperbaiki akhlak diri dan umat dengan mengerahkan kekuatan jiwa dan raga. Bersamaan dengan hal tersebut, kita pula perlu bersiaga atas gangguan dari luar, baik itu gangguan yang berkaitan dengan iman, Islam, bangsa, negara, hingga yang dirahmati oleh Allah SWT;Agaknya sampai di sini dulu pidato yang bisa saya sampaikan. Banyak Warahmatullah WabarakatuhNaskah Pidato Peringatan Hari Santri Nasional Peran Santri dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045Naskah Pidato Peringatan Hari Santri Nasional Peran Santri dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dok. KemenagBismillah;Assalamuâalaykum Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillah. Alhamdulillahilladzi kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar shalli ala Muhammad wa ala ali sayyidina terhormat, Bapak Ibu KepalaâŚ..Yang terhomat, Bapak Ibu KetuaâŚSerta para hadirin tamu undangan yang berbahagiaPuji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, serta nikmat kesempatan sehingga saya dan kita semua bisa hadir dan menjemput momentum Hari Santri Nasional Tahun berbingkai salam kita sampaikan kepada Nabi akhir Zaman, Sayyidina Muhammad SAW. Mudah-mudahan kita semua mendapat syafaat beliau di Hari Kiamat Ibu, serta para tamu undangan yang berbahagia;Pada tahun 2021 ini kita sama-sama masih berjuang untuk menyehatkan diri, keluarga, madrasah, hingga negeri ini dari virus corona yang menghantui. Dan pada tahun ini pula kita kembali menjemput momentum Hari Santri Nasional di tengah nuansana tidak seramai dulu, terutama pada waktu Indonesia masih normal dan tidak diguncang wabah. Walau demikian, tetap tidak apa-apa karena santri punya peran besar yaitu mewujudkan Indonesia Emas Tahun cukup lama, ya? Namun cita-cita besar negeri ini harus kita rencanakan dan perjuangkan sedari jauh-jauh hari. Sejatinya santri mengambil peran besar untuk memajukan Bumi Pertiwi. Bukan sekadar âpasukan bersarungâ yang menggaungkan resolusi jihad, tapi santri juga ikut berperan dalam menggapai Indonesia dulu para santri ikut berkontribusi bersama bangsa ini dalam menumpas penjajah menggunakan senjata, maka sekarang kisahnya menjadi sangat berbeda. Santri hari ini adalah santri milenial, santri kreatif, serta santri yang percaya dengan kemampuan bukan zamannya lagi jika ada santri yang tidak mengerti dengan teknologi, dan sudah bukan zamannya lagi jika santri tidak boleh berprestasi di bidang sains dan akademik itulah, lembaga pesantren maupun madrasah diharapkan mau dan mampu terus mengembangkan kurikulum, kualitas pengajar, serta kualitas output santri agar di hari mendatang mampu bersaing di kancah nasional maupun Ibu, serta tamu undangan yang dirahmati Allah SWT;Ada jutaan santri di Indonesia yang saat ini sedang menempuh ilmu. Meski mengambil peran penting untuk menggapai cita-cita Indonesia emas tahun 2045, sebenarnya akhlak adalah poin utama yang paling sama-sama tahu bahwa tidak sedikit anak-anak muda yang mulai bobrok akhlaknya, mulai liar lidahnya dengan kata-kata kotor, serta mulai luntur perilaku pengetahuan memang penting, kecerdasan juga penting, tapi tetap adab dan akhlak adalah yang nomor dari itu, marilah kita semangati para santri untuk istiqomah di jalan kebaikan. Motivasilah para santri di mana pun mereka berada untuk terus belajar, menebar kebaikan, jihad fisabilillah, serta terus memperbaiki diri menuju yang dimuliakan Allah;Sekian pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mari kita semangati santri, dan bangga menjadi santri. Saya akhiri dengan pantunDi taman ada mawar berduriDi sebelahnya ada bungkus mie kariAku bangga menjadi santriKarena santri adalah harapan negeriAkhiru kalam, Wassalamuâalaykum Warahmatullah WabarakatuhPidato Hari Santri Nasional Singkat di Sekolah Menjadi Santri yang Saleh dan MandiriPidato Hari Santri Nasional Singkat di Sekolah Menjadi Santri yang Saleh dan Mandiri. Dok. Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillah. Assalatu wassalamu ala asyrofil anbiya iwal mursalin. Wa ala alihi wasohbihi ajâmain. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina terhormat, Bpk Kyai Haji âGuru Penyemangatâ selaku Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren âGuru PenyemangatâYang terhormat, para Ustadz dan Ustadzah pengajar Pondok Pesantren âGuru PenyemangatâSerta, teman-teman santriawan dan santriwati yang saya banggakan;Alhamdulillah. Puji berlantunkan syukur kehadiran Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang senantiasa memberikan kita begitu banyak nikmat sehingga kita diizinkan untuk berkumpul di ruangan yang penuh berkah ini dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional tahun berbingkaikan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah meneduhkan kita dengan cahaya Islam. Semoga dengan seringnya bershalawat kita bakal mendapat syafaat beliau di Hari Kiamat nanti. Aamiin Ya Robbal ustadzah, serta teman-teman santri yang dirahmati oleh Allah SWT;Hari ini, kita berkumpul bersama untuk memetik momentum peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021. Walaupun masih di masa pandemi, namun saya yakin bahwa semangat jihad kita semua masih utuh dan terus berkobar demi merengkuh santri hingga hari ini masih semangat bangun Subuh, melaksanakan Shalat Tahajud, belajar membaca kitab kuning, belajar berpidato Bahasa Arab, serta memperbanyak hapalan Pesantren adalah tempat yang penuh ilmu karena di sini kita bisa belajar dan beribadah bersama-sama demi meraih surganya Allah SWT. Meski kita jauh dari orang tua, tapi yakinlah bahwa Ayah dan Bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk sisi lain, mereka selalu berharap agar kita bisa menjadi seorang santri yang saleh dan dasarnya, santri yang saleh itu bukan sekadar santri yang beribadah melainkan santri yang mau terus memperbaiki diri, menata hati, menata iman, dan berusaha menggapai beribadah, akhlak dan kepribadian juga merupakan hal utama. Bahkan Nabi Muhammad SAW saja diutus oleh Allah tiada lain ialah untuk menyempurnakan akhlak. âInnamal buâistu li utamimma makarimal akhlakâ.Demi menjadi santri yang saleh, kita perlu menyeimbangkan ibadah dengan muamalah, dunia dan akhirat, serta kepentingan pribadi, keluarga, dan kepentingan negara juga penting?Tentu saja. Karena kita hidup di Indonesia dan para santri di mana pun mereka berada punya peran untuk menggapai cita-cita yang dirahmati oleh Allah SWT;Selain berusaha menggapai takwa, seorang santri pula dituntut untuk mandiri. Ya, sikap utama yang menjadi awal dari kemandirian adalah jangan mengeluh. Jangan kebanyakan mengeluh karena nantinya waktu yang berlalu hanya menjadi hal yang sia-sia bagi seorang santri untuk menjadi pribadi yang mandiri, karena jikalau kita sudah tamat dari pesantren ini, diharapkan tiap-tiap diri mampu melanjutkan misi dakwah, menggaungkan resolusi jihad, serta menebar kebaikan kepada orang-orang di sekitar kesalehan dan kemandirian, harapan tersebut tentu akan sangat sulit untuk dan santriwati yang saya banggakan;Seorang santri semestinya harus terus semangat belajar dan menuntut ilmu. Maka dari itu, mari kita sama-sama berusaha menuju takwa dan meningkatkan kemandirian semakin bertambah umur, jutaan santri di Indonesia semakin berguna untuk pribadi, orang tua, bangsa dan pidato yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Semoga bermanfaat untuk diri dan akhiri dengan pantunYang hilang tak perlu lagi dicariYang lain sukses tak perlulah kau iriJadilah santri yang saleh dan mandiriAgar bisa berguna bagi diri dan negeriWassalamuâalaykum Warahmatullah Wabarakatuh!Download Teks Pidato Peringatan Hari Santri PDFO ya, ketiga naskah pidato bertema Hari Santri Nasional HSN di atas sudah Guru Penyemangat siapkan pula dokumen berbentuk dokumen PDF ini bisa diunduh alias di-download secara gratis guna dijadikan contoh pidato kegiatan Hari Santri. Silakan sesuaikan saja tempat, lokasi, serta para hadirin dalam kegiatan dicermati; jika ingin mengedit naskah, silakan download terlebih dulu teksnya dan simpan di HP maupun link unduhan dokumen teks pidato Hari Santri Nasional PDFNaskah Pidato Hari Santri 1 PDFNaskah Pidato Hari Santri 2 PDFNaskah Pidato Hari Santri 3 PDFHappy Santri Day 2022!Jika Sahabat Guru Penyemangat membutuhkan contoh pidato lainnya dengan beragam tema silakan simak di Kumpulan Contoh Pidato dengan Beragam Tema Lengkap dan Singkat
Ini adalah artikel Amanat Hari Santri 2021, Pidato Ketua Umum PBNU, Membangun Peradaban Islam Melalui Pendidikan Dan Budaya Santri. Selengkapnya sebagai berikut;Resolusi JihadFondasi Islam IndonesiaKebhinekaan Tradisi BeragamaTantangan Politisasi AgamaVisi Hubungan Ulama dan Negara 2045Resolusi JihadHari ini adalah hari yang sangat istimewa dalam perjalanan kita sebagai bangsa, dan sangat penting bagi kesadaran kita sebagai umat beragama. Pada hari inilah, pada 76 tahun yang lalu, tepatnya pada 22 Oktober 1945, Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asâyari mengeluarkan fatwa yang dikenal dengan Resolusi Jihad. Dalam fatwa tersebut, KH Muhammad Hasyim Asyâari menyatakan bahwa perang mengusir penjajah dari tanah air adalah fardhu ain bagi setiap dokumen yang tersimpan di PBNU, âResolusi Jihad Fii Sabilillahâ dengan jelas memuat nilai nasionalisme Indonesia yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah yaitu kewajiban mempertahankan kemerdekaan; NKRI sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah; umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya; perang suci jihad ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 km; dan fardhu kifayah bagi mereka yang tinggal di luar radius peristiwa sejarah penting yang melatari lahirnya hari Santri. Suatu keputusan politik dan keagamaan penting dari para Ulama dan pesantren yang menjadikan negara Indonesia yang baru diproklamirkan waktu itu, tetap tegak berdiri. Indonesia tidak jatuh kembali ke tangan penjajah. Tidak salah jika dikatakan âtidak ada peristiwa 10 November di Surabaya, tanpa Resolusi Jihad, alias Hari Santriâ.Jika 10 November 1945 adalah titik awal dikumandangkan revolusi Indonesia, maka Resolusi Jihad menunjukkan peran besar santri dalam menegakkan kemerdekaan negara ini. Resolusi Jihad juga menggambarkan antara Islam dan nasionalisme bukanlah hal yang kontradiktif, bahkan tidak bisa dipisahkan. Resolusi Jihad merupakan ekspresi patriotisme dan nasionalisme santri yang berbasis ajaran Islam itulah, pada Hari Santri 2021 ini saya hendak membangkitkan kembali semangat perjuangan melawan penjajah, meneguhkan komitmen kebangsaan, dan melunasi janji para pendiri bangsa, yang telah ditunjukkan para santri Islam IndonesiaDewasa ini, dunia mengetahui capaian peradaban yang telah diraih oleh umat Islam Indonesia. Prestasi ini tidak hanya terbatas pada keberhasilan kita untuk mempertahankan keutuhan negara dan berjalannya demokrasiâdi mana seluruh komponen bangsa berhasil menunjukkan keselarasan antara demokrasi modern dan keberlangsungan tradisi Islam. Tetapi juga, pengakuan masyarakat dunia bahwa umat Islam di Indonesia, yang dipeopori oleh para santri dan ulama, telah menciptakan berbagai kreasi yang membentuk budaya keagamaan yang tidak bertentangan dengan kehidupan peradaban Islam Indonesia sudah mulai dirintis sejak proses awal penyebarannya di wilayah Nusantara. Ketika itu masyarakat setempat sudah memiliki tatanan sosial-keagamaan yang mapan. Hampir seluruh aspek kehidupan sudah dibentuk oleh nilai-nilai agama Hindu dan Budha yang datang beberapa kurun waktu sebelumnya. Namun uniknya, penyebaran Islam yang demikian cepat tidak mengindikasikan adanya cara- cara paksaan atau penaklukan atau kekerasan perang agama. Tidak ada catatan tentang pasukan Islam menaklukkan kerajaan-kerajaan di Nusantara; atau pemaksaan terhadap masyarakat untuk menanggalkan praktik kehidupan yang didasarkan pada agama Hindu dan catatan sejarah, Islam masuk ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia melalui proses sosial-budaya yang berlangsung secara bertahap, sebuah proses evolusi kultural yang hebat. Tidak ditemukan gerakan bumi hangus atau Islamisasi yang berusaha memutus mata rantai kebudayaan lama untuk digantikan dengan budaya Islam. Islam berkembang di wilayah- wilayah di Nusantara mengambil bentuk evolusioner, bahkan di pusat-pusat wilayah yang telah mapan menganut agama Hindu, Budha, bahkan masyarakat kuno karena persemaian budaya yang bertahap ini, proses Islamisasi Nusantara tidak memunculkan pemisahan tegas antara wilayah Islam dan non-Islam, atau dar al-Islam dan dar al-harb, seperti halnya dalam politik dan militer. Sebaliknya, tradisi lokal, Hindu, Budha, dan Islam, saling mengisi dan mempengaruhi dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, muncul sejumlah pemahaman dan tradisi keagamaan baru yang akarnya dapat dirujuk pada berbagai tradisi agama yang sudah ada sebelumnya. Setiap model pemahaman memiliki ke-khasan tersendiri, sesuai dengan bangunan ajaran agama dan latar belakang budaya penganutnya, tetapi tetap terhubungkan dengan pemahaman keagamaan lain melalui sejumlah kesamaan tantangan satu faktor penting yang mendorong interaksi damai adalah karakter dan sifat para pendakwah awal yang datang ke kepulauan ini bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai pedagang dan guru sufi. Mereka adalah pedagang yang berkepentingan untuk menjalin hubungan baik dengan penduduk setempat. Interaksi ekonomi ini kemudian memfasilitasi kegiatan dakwah dan mengarahkan para ulama awal untuk lebih menekankan pada cara-cara juga menggambarkan, bahwa karakter Islam yang disebarkan pendakwah awal tidak terlalu menekankan aspek hukum fiqh. Sebagian sumber menyebutkan karakter sufi yang kuat, sehingga masalah moral, akhlak dan hakekat agama menjadi perhatian utama. Islam tasawuf, atau yang kita kenal dewasa ini dengan Islam yang bercorak sufistik, menekankan prinsip-prinsip pokok agama, seperti hubungan dengan Tuhan, menyempurnakan akhlak, dan keseimbangan hidup. Hal ini tidak berarti meninggalkan aspek syariat yang terkandung dalam fiqh demikian membuat proses Islamisasi menjadi lentur, leluasa, tapi memiliki sumbangan positif di masa depan. Hal ini dapat dijumpai dari berbagai cerita rakyat tentang para wali. Para wali mempertahankan keindahan gaya bangunan tempat suci agama Hindu atau Budha dan memodifikasinya dengan membuat lapisan berjumlah lima sebagai simbol rukun Islam. Mereka juga tidak melarang pertunjukan wayang yang jelas-jelas hasil karya para pujangga Hindu. Para wali mengubah alur cerita secara kreatif dan memaknai kembali sejumlah simbol dan karakter yang ada dalam narasi aspek politik pun, para wali dan generasi ulama yang kemudian tidak memaksakan raja-raja menjadi subordinat dari kekhalifahan Islam yang saat itu sudah berjaya di Timur Tengah. Sebaliknya, mereka meneguhkan kekuasaan penguasa-penguasa lokal dengan mengangkat sebagai pemimpin agama di wilayah kekuasaan Islamisasi Nusantara yang terbuka, yang bersedia menerima kebajikan dari kelompok lain, merupakan capaian kepemimpinan tersendiri dari para ulama. Sikap ini tidak saja mampu menghindari kekerasan, tetapi juga membuka kesempatan untuk memahami Islam secara terbuka. Ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal, para wali tidak saja terbuka menerima keragaman budaya, tetapi juga sadar bahwa hasil interaksi tersebut akan melahirkan pola pemahaman Islam yang kaya dan perjalanannya, Islam di Indonesia memang tidak pernah berkembang secara seragam. Ada kelompok yang lebih dekat dengan tradisi sufi, ada yang lebih menekankan tradisi fiqh, dan ada pula yang bercirikan budaya rakyat dan adat istiadat. Munculnya keberagaman dalam menghayati Islam ini merupakan keniscayaan sosiologis dari proses interaksi kultural. Setiap kelompok dari berbagai strata sosial dan sub-kultur memiliki keleluasaan mengekspresikan pemahaman Ke-Islamannya sendiri. Hasilnya, masing-masing kelompok dengan sendirinya terdorong untuk bersikap moderat dalam Tradisi BeragamaDari semua itu, sumbangan penting dari metode dakwah para wali dan ulama di masa dahulu adalah model keberagamaan yang plural, terbuka, dan toleran, terhadap peradaban Islam Nusantara yang sangat besar. Bahkan bisa dikatakan, ketiga sikap beragama ini merupakan pilar kebudayaan santri di Indonesia. Berlandaskan prinsip pluralitas, keterbukaan, dan toleransi, Indonesia mampu membentuk paham ke-Islaman yang sangat kaya, yang tidak hanya terbatas pada model keberagamaan yang ada di Timur bidang ilmu kalam dan tasawuf yang menjadi arena para pujangga, filosof, dan sastrawan, telah lahir karya-karya monumental. Misalnya, Asrar al Arifin tulisan Hamzah Fansuri, Serat Dewa Ruci susunan Sunan Kalijaga, atau Wirid Hidayat Jati karya Ranggawarsita. Pada wilayah kajian moral yang lebih aplikatif juga muncul Kitab Wulangreh hasil pikiran Paku Buwana IV dan Kitab Centhini oleh Paku Buwono V. Di luar karya-karya besar ini masih banyak karya lain, baik yang berasal dari tarekat-tarekat internasional maupun produksi ulama Nusantara yang masih tersebar di berbagai tempat dan belum banyak juga mempunyai sejarah panjang dalam pemikiran hukum Islam fiqh. Di Jawa ada Kitab Cebolek karya Yasadipura I yang berisikan kritik terhadap model keberagamaan sufistik. Di Aceh juga ada Bustanus Salatin karya Nuruddin Ar-Raniri yang mengeritik mistisisme tasawuf falsafi yang diperkenalkan oleh Hamzah Fansuri. Pemikir besar lain cukup banyak, seperti Syeikh Yusuf al-Makassari dengan karya Al Nafhahussaylaniyyah, Zubdatulasra dan Habi al-Warid; Syeikh Nawawi al-Bantani yang menghasilkan lebih dari seratus karya akademik; atau Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari dengan Sabilal Muhtadin li Tafaqquh fi dengan para ulama yang lahir lebih kemudian, yang memimpin pusat-pusat keilmuan Islam yang dewasa ini kita kenal dengan Lembaga Pendidikan atau budaya pesantren di berbagai tempat, khazanah intelektual di bidang ini sungguh luar biasa. Kekayaan Islam Indonesia dapat ditelusuri lebih jauh melalui aspek kebudayaan yang lain, yaitu budaya material, khususnya seni. Setiap suku memproduksi dan setiap generasi melahirkan kreasi-kreasi keagamaan yang berwajah lokal nasional. Seni sastra dan musik dapat dengan mudah dijumpai dimana-mana. Hampir semua suku di Indonesia mempunyai syair-syair pujian dengan bahasa lokal yang dibawakan sebagai nyanyian atau diiringi lingkungan masyarakat santri di Jawa dan Sunda, mereka mengenal syair keagamaan yang disusun melalui ritme sastra lama, seperti asmaradana, pangkur, dan dandang gula. Di wilayah Melayu sastra keagamaan merupakan nafas seni setempat, di mana para ulama, pangampu tradisi, filosof, dan cendekiawan memberikan kontribusi sangat besar. Meski tidak sepopuler Jawa, Sunda, dan Melayu, sastra keagamaan juga mudah ditemukan di Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah santri mengembangkan berbagai kreasi seni. Kreasi seni arkitektur, sastra, dan musik di atas hanyalah sebagian dari seni Islam Indonesia. Masih banyak yang bisa digali dari karya-karya seni lain, seperti seni patung, lukis, kaligrafi, senjata, kerajinan, tekstil, yang sebagian besar masih berserakan di berbagai tempat. Pasca kemerdekaan, kreativitas masyarakat Indonesia dalam memajukan kebudayaan semakin intensif. Berbagai genremusik relijius berkembang pesat, tidak terbatas pada qasidah, gambus, rebana, dan kaligrafi juga menyebar luas di berbagai kalangan, dan bahkan menjadi hiasan di masjid, rumah, bahkan warung makan. Belakangan Indonesia juga sudah menjadi pusat fashion Muslim dunia dengan kemampuan mengekspor ke berbagai negara Islam. Pada tataran intelektual, para ulama dan cendekiawan dari berbagai aliran semakin produktif berkontribusi terhadap persoalan-persoalan sosial-keagamaan ekonomi, politik, pendidikan, budaya, sains, di samping teologi, sufisme dan Islam Indonesia lain yang menonjol adalah arsitektur. Reinterpretasi arsitektur Hindu dan Budha dalam bangunan masjid di Jawa sudah diterima luas. Namun demikian, Indonesia juga mengenal bangunan masjid yang inspirasinya diambil dari Timur Tengah, India, dan Persia. Masyarakat Islam Indonesia juga mengembangkan arsitektur tempat tinggal, lengkap dengan ornamen yang disusun menurut konsep keagamaan tertentu. Ekspresi seni keagamaan juga muncul dalam penataan pemakaman dan corak batu nisan yang dibuat untuk menghormati arwah para guru dan sosok yang dihormati selalu dibedakan dari masyarakat kebanyakan, yang salah satunya ditandai dengan bangunan indah dengan hiasan kaligrafi dan simbol keagamaan lain. Arsitektur Islam juga merambah model tata kota, tata desa, dan bahkan letak rumah. Hampir semua masyarakat Muslim Indonesia punya pemaknaan dan simbolisasi agama dalam menata ruangan privat maupun keagamaan yang plural, terbuka, dan toleran ini membuat Islam Indonesia memiliki ciri sendiri yang berbeda dari masyarakat Muslim lain. Semua aliran yang ada diikat oleh identitas dan prinsip-prinsip ketuhanan yang sama, tetapi masing-masing menampilkan corak keberagamaan yang berbeda-beda. Peradaban Islam Indonesia lebih merupakan mozaik, perpaduan agung, yang masing-masing elemennya berinteraksi satu sama lain dalam aktivitas pengembangan makna keberagamaan. Sesuai karakter dasarnya, Islam Indonesia bersifat dinamis karena tidak berwajah tunggal dan selalu ini, kita dihadapkan pada tantangan munculnya sebagian kalangan yang mempertentangkan apakah tradisi tertentu sesuai dengan Islam atau tidak. Akibatnya, kelompok ini suka menghakimi suatu tradisi dengan vonis sesat, syirik, bidâah bahkan kafir. Sekedar contoh, tradisi masyarakat yang membaca al-Qurâan, shalawat serta bacaan, tahmid, tahlil, tasbih dan istighfar yang oleh masyarakat Indonesia sebut sebagai tahlilan, sering dianggap sesat dan bidâ juga, ketika masyarakat berkumpul untuk belajar dan membaca sejarah nabi seperti dalam tradisi mauludan dan barzanji dianggap bidâah. Penyebabnya sederhana, sejarah yang dibaca adalah dalam Bahasa Arab. Jika saja dibaca terjemahnya dalam versi Bahasa Indonesia, maka saya yakin tidak akan muncul tuduhan bidâah. Pengkafiran, dan tuduhan sesat terhadap tradisi-tradisi tersebut akan menjadi hambatan signifikan bagi kemajuan kebudayaan di Indonesia. Karena itulah, saya mengajak para hadirin semua dan seluruh bangsa Indonesia untuk bersama-sama mengembangkan kebudayaan di Indonesia.âSebuah bangsa akan lestari, langgeng, dan abadi karena ketinggian peradaban dan kebudayaannya. Ketika kebudayaan dan peradaban mereka dekaden, maka bangsa itu akan lenyap dansirna.âTantangan Politisasi AgamaDilandasi oleh warisan-warisan dari proses kultural Islamisasi inilah, dan sumbangan kepemimpinan para tokoh pemimpin Islam di masa lalu, keputusan KH. Hasyim Asyâari untuk mempertahankan nasionalisme Indonesia di masa-masa krusial kemerdekaan, bagi masyarakat santri merupakan keputusan yang tepat. Karena dari momen ketetapan Resolusi Jihad itulah, perlahan-lahan NKRI tumbuh dan berkembang sejalan dengan aspirasi dan cita-cita terjadi transformasi besar great transformation politik agama di Indonesai Indonesia dewasa ini. Yaitu, terdapat konvergensi politik secara nasional di mana nilai-nilai dan pranata keagamaan dan keislaman diakomodasi dalam proses-proses politik dan kebijakan publik. Konvergensi di sini merujuk pada proses politik dan kelembagaan di mana agenda kultural dari ajaran Islam semakin terwadahi dalam institusi penyelenggaraan negara dalam juga Amanat Ketua Umum PBNU dalam Apel Nasional Hari Santri 2022Gejala ini memberi jalan para aktivis Islam, para santri di seluruh tanah air, untuk berpartisipasi dalam urusan publik, urusan pemerintahan dan memberi arah pembangunan negaraâbaik di birokrasi, kementerian, parlemen maupun lembaga-lembaga lainnya. Perkembangan ini berarti, tatanan kelembagaan dari negara Indonesia telah mengalami perluasan di mana pembangunan akhlak, pengamalan agama semakin diperkuat. Hal itu juga berarti, tanggungjawab moral sekaligus panggilan politik bagi para santri demi menjaga tegaknya NKRI juga semakin sinlah sinilah kita menyadari, tantangan politik bangsa kita dewasa ini juga bertransformasi secara mendasar, yaitu âpergulatan identitas kulturalâ yang mengambil bentuk menjaga aspirasi ulama dan pesantren untuk menjaga NKRI dari serangan dan rongrongan politik radikalisme dan ekstrimisme. Banyak pimpinan dan tokoh agama radikal yang terus meyakini bahwa Islamisasi budaya masyarakat Indonesia harus dilakukan secara lebih extensif. Dari sinilah paham Islam radikal ini memprihatinkan karena akan terus menjadi amunisi bagi sebagian elit dan pimpinan umat untuk meraih dominasi dalam wacana publik. Isu seperti penerapan hukum Islam, pendirian khilafah, memecah belah antara Islam dan non-Islam tampaknya masih terus diwacanakan. Dan di sinilah upaya menjaga momentum Hari Santri dalam rangka menghidupkan komitmen hubungan agama-negara harus dimaknai ia diharapkan menjadi jembatan bagi arah baru transformasi politik, di mana aspek-aspek yang terkait dengan ânegara Islamâ diakhiri. Sebaliknya, kita semua wajig meneguhkan komitmen nasionalisme yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang lebih substansial yaitu menegakkan politik civic, politik keadaban, seperti kesejahteraan, keadilan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Isu-isu ini sudah seharusnya menjadi concern bagi elit pemangku pemerintahan dan tokoh agama yangâpada situasi tertentuâharus dikelola demi kepentingan-kepentingan membangun kemajuan Hubungan Ulama dan Negara 2045Salah satu komitmen luhur dari Pendiri Bangsa Indonesia yang terus dipertahankan oleh segenap unsur masyarakat di mana para ulama dan santri ada di dalamnya adalah kepercayaan bahwa, Indonesia bukanlah negara agama dan bukan negara sekuler. Melainkan sebuah negara yang berdiri tegak berlandaskan prinsip-prinsip religiusitas tanpa pelembagaan satupun ideologi yang saling bertarung dalam merumuskan visi tentang ânegaraâ di era pergerakan kebangsaanâtermasuk Islam atau Nasionalisme sekuler atau bahkan komunisâberhasil menjadi sebuah platform kebangsaan yang dominan. Semua ideologi melebur satu sama lain, membentuk satu tatanan institusi dan sistem pemerintahan yang saling melengkapi. Kebangsaan dan sistem kenegaraan NKRI dewasa ini bisa digambarkan dengan kata yang sederhana yakni, nasionalisme religious yang bercita-cita mewujudkan kesejahteraan, kemajuan dan karenanya, memposisikan hubungan agama dan negara di era demokrasi juga harus diartikan meneguhkan perjuangan untuk membangun sebuah âmodel politik-keagamaan yang beradabâ. Politik keagamaan yang beradab adalah keinginan mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang sedang bertarung dalam proses politik partisipatif dan upaya saling menghargai komitmen untuk menjaga visi awal pendirian bangsa. Dalam suatu politik yang berorientasi civic, agama harus menghormati hak prerogatif demokrasiâmasyarakat atau rakyatlah yang berdaulat, dan merekalah yang membuat undang-undang. Namun negara juga menghormati beberapa hak istimewa dari ulama dan peran mereka yang sah di ruang hal yang memprihatinkan, bahwa banyak peristiwa intoleransi yang akhir-akhir ini yang mengemuka karena dilandasi keinginan untuk menjadikan agama sebagai landasan satu-satunya dalam politik demokrasi. Negara seringkali juga gagal meredam, apalagi menuntaskan, berbagai konflik sosial atau kekerasan yang dipicu oleh sentimen-sentimen etnis atau oleh politisi dan pejabat negara, misalnya, masih menjadi tontonan yang mencolok dalam demokrasi, sementara penegakan hukum masih belum sepenuhnya menyentuh unsur keadilan. Kekecewaan yang menimpa secara bertubi-tubi inilah yang menjadi akar dari mudahnya masyarakat mudah tertarik oleh politisasi sentimen agama, dan tidak jarang intoleranâbahkan tidak sedikit anak muda yang bersedia untuk bergabung ke dalam organisasi radikal yang berbasis pada khilafah, sebagai âNegara Alternatifâ selain menangkal penyebaran arus kebangkitan ideologi radikal dan ekstrim yang terus mengancam daya tarik anak-anak muda, perlu upaya serius, terstruktur, dan terpadu dari pemerintah bekerjama bekerjasama dengan para ulama, untuk menemukan beberapa strategi jangka panjang bagi pentingnya menggalakkan pendidikan kewarganegaraan Pancasila di sekolah-sekolah dan universitas, sekaligus lembaga pendidikan masyarakat. Kaderisasi kelompok radikal umumnya berlangsung di kalangan remaja dan pemuda. Pendidikan kewarganegaraan yang berorientasi menanamkan kesadaran sejarah dan kebangsaan Ahlussunnah Wal Jamaah dapat meneguhkan semangat nasionalisme. Karena itu, kurikulum, buku dan materi ajar, serta guru dan dosen pendidikan kewarganegaraan yang memahami semangat ke-Islaman akan menjamin arah transformasi Indonesia menuju negara yang menjunjung tingga tinggi keadaban dan nilai pendidikan keagamaan di sekolah dan universitas harus diarahkan untuk mengajarkan Islam dalam bingkai penegakan NKRI. Karena itu, pemerintah harus benar-benar memantau dan mengevaluasi secara berkala pendidikan agama Islam tersebut. Kualitas kurikulum dan para gurunya harus terus ditingkatkan. Sementara materi yang diajarkan dalam pendidikan agama itu benar-benar diarahakan diarahkan agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kebangsaan pemerintah perlu mendorong secara intensif, agar para ulama dan tokoh politik Islam mendiseminasi ajaran Islam yang damai dan moderat dalam bingkai dasar negara Pancasila. Pemerintah harus bekerja sama dengan tokoh-tokoh agama itu dalam mensosialisasikan bahwa penggunaan kekerasan dalam konsep jihad mesti dipahami secara substantif dan kontekstual. Dalam situasi damai seperti sekarang, jihad harus dipandang sebagai pesan etis kemanusiaan dalam Islam untuk mewujudkan dan membela kepentingan bersama, yaitu cita-cita bangsa dan Hari Santri 2021Pidato Amanat Hari Santri 2021 MEMBANGUN PERADABAN ISLAM MELALUI PENDIDIKAN DAN BUDAYA SANTRI oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil SirojBaca juga Pedoman Pelaksanaan Upacara Hari Santri
Kata motivasi anak pesantren dapat membuat hidup sebagai seorang santri ⌠Selengkapnya Bagi siapapun yang pernah menjadi santri, maka pasti akan merasakan ⌠Selengkapnya Anda sedang berniat atau telah berjuang untuk mendapatkan jodoh anak ⌠Selengkapnya Kyai adalah sosok yang sangat penting bagi seorang santri. Jika ⌠Selengkapnya Kamu sedang mencari beberapa tema untuk berpidato? Jika iya maka ⌠Selengkapnya Kamu seorang santri yang sedang mendapat jadwal muhadhoroh atau ceramah ⌠Selengkapnya Sebagai santri tentu terkadang kamu akan mendapatkan jadwal ceramah. Jika ⌠Selengkapnya Sebagai santri mungkin kamu melihat banyak kawanmu yang merasa minder ⌠Selengkapnya Orang tua merupakan manusia yang paling berjasa dalam hidup setiap ⌠Selengkapnya Dalam menuntut ilmu di pesantren, tentu seorang santri tidak bisa ⌠Selengkapnya
pidato keutamaan menjadi santri