Jaluritu diyakini akan mengurai kemacetan di Kota Kendari. Kini progres proyek pembangunan inner ringroad sekira 50 persen lebih. Wali Kota Sulkarnain menjelaskan, tujuan utama pembangunan inner ringroad yakni untuk mengurai kemacetan yang kerap dialami warga. Tepatnya di Jalan MT Haryono (Pasar Baru - Kampus Baru) dan Jalan ZA Sugianto (Depan Jikakota-kota sudah merasakan kekurangan lahan di atas dan bawah tanah, itu saatnya membangun sarana di udara. Para ahli yakin akan hal itu. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, berpendapat, ini pasti kunci penting bagi mobilitas masa depan, karena dapat menyelesaikan banyak masalah. Sekarang semakin banyak proyek lalu lintas MenataMasa Depan Ruang Perkotaan dengan Konsep "Transit Oriented Development". Seperti yang kita ketahui, (sebagian besar) perkotaan dan kemacetan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kemacetan sendiri merupakan buah dari beberapa faktor permasalahan yang disebabkan oleh penduduk kota itu. Beberapa faktor diantaranya adalah meningkatnya TanjungBunga adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan sebagian wilayahnya masuk Kabupaten Gowa. Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, diabadikan beberapa waktu lalu sebelum pengerjaan proyek betonisasi. Perkembangan Kasawan Tanjung Bunga dengan visi menjadi Kota Masa Depan tidak terlepas dari tangan PT rumus suku ke n dari barisan 2 6 12 20 adalah. Jakarta - Lebih dari 6 miliar orang ada di dunia. Tentunya mereka tidak hanya berdiam diri di rumah. 6 miliar orang itu setiap harinya berpergian baik untuk bekerja ataupun hanya mengunjungi suatu tempat. Hal itulah yang turut menyumbang kemacetan di jalan. Kemacetan biasanya terjadi di kota-kota besar dalam suatu negara. Penyebabnya bisa jadi jumlah kendaraan yang sangat banyak tidak sebanding dengan perkembangan jalannya. Jalan-jalan tersebut tak mampu lagi banyaknya volume kendaraan yang melintas sehingga kemacetan pun mengular. Mengutip Business Insider yang bersumber dari data Inrix 2018, kota-kota termacet di dunia terus berkembang. Ada yang bertambah macet, namun ada juga yang kemacetannya berkurang. "Sudah jelas kemacetan itu fenomena global karena efek dari majunya bisnis beserta orang-orangnya, kota-kota berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi," tulis Inrix dalam studinya. Nah Otolovers, berikut daftar 11 kota termacet di dunia yang buat pengendara harus berpikir dua kali sebelum berkendara sendiri. Di urutan pertama ada Los Angeles. Kota berjuluk 'City og Angels' itu menjadi kota di Amerika yang paling membuat pengendara stres akibat kemacetannya. Para pengendara di LA setidaknya menghabiskan 100 jam lebih terjebak kemacetan di jalan selama satu tahun. Terjebak dalam kemacetan membuat pengendara pun harus mengeluarkan uang lebih dari dolar atau setara Rp 39 jutaan dalam kurun waktu setahun. Kemacetan di Los Angeles diperparah dengan adanya jalur khusus di tol untuk mereka yang mengangkut penumpang lebih dari 2 orang. Setelah Los Angeles, ada Moscow. Kemacetan di Moscow kalau ditotal mencapai 91 jam pertahunnya. Padahal di sana subway alias kereta bawah tanahnya beroperasi dengan baik dan mengangkut sembilan juga orang di 200 stasiun setiap pekan. New York dikenal sebagai kota dengan populasi terbanyak di Amerika Serikat. Setidaknya diperkirakan ada 8,6 juta orang hidup di sana. Tentu hal itu pun turut menyumbang dalam angka kemacetan. Pengendara di New York menghabiskan 91 jam setiap tahunnya. Setelahnya ada Sao Paulo. Sao Paulo merupakan kota dengan penduduk paling banyak di Brazil. Kemacetan di sana menjadi fokus utama pemerintahnya. Data Inrix menunjukkan rata-rata pengendara di sana menghabiskan 86 jam di jalan karena terjebak kemacetan. Mereka juga harus rela waktu perjalanannya bertambah 22 persen karena macet. Transportasi umumnya pun kirang baik. Diisi hampir 20 juta orang, kereta bawah tanahnya hanya mampu mengantar sejauh 72 Fransisco merupakan kota yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Pengendara di San Fransisco menghabiskan 79 jam karena macet di jalan selama setahun. Penduduk di kota Bogota, Kolumbia pun tak kalah macet. Pengendara di sana menghabiskan 30 persen waktunya hanya untuk kemacetan di jalan. 75 jam dalam setahun harus dihabiskan oleh pengendara di sana. London menjadi kota paling banyak populasinya di dunia. Walaupun pemerintahan London telah mengimplementasikan tarif saat mobil melintas di jalan tertentum, rupanya belum cukup mengatasi kemacetan di London. Penduduk di London kehilangan 74 jam di jalan karena terjebak kemacetan. Tak hanya di Eropa dan Amerika saja nih Otolovers. Bangkok pun masuk dalam daftar. Diperkirakan ada 10 juta kendaraan yang memenuhi jalan Bangkok dalam setahun. Kemacetan diperparah dengan adanya pengendara motor di sekitar kota. Ada 20 juta motor terdaftar di Negeri Gajah Putih. Mengacu dalam studi Inrix, penduduk Bangkok menghabiskan 64 jam terjebak kemacetan. Setelah Bangkok, kota lain di ASEAN yang memiliki tingkat kemacetan parah adalah Jakarta. Diperkirakan 3,5 juta orang memenuhi Jakarta setiap hari. Rata-rata kecepatan mobil di Jakarta tahun 2014 saja hanya 17,7 km/jam. Kota Istanbul di Turki pun tak kalah parah macetnya. 59 jam di jalan dihabiskan karena macet setiap tahunnya. Kemudian dua kota terakhir yang juga macet adalah Chicago. Di Chicago kemacetan terjadi di jalan bebas hambatan alias tol. Terakhir dalam daftar 11 kota termacet adalah Rio De Janeiro. Dalam data yang dirilis Inrix penduduk di Rio De Janeiro Brazil menghabiskan 51 jam di jalan karena macet. dry/ddn Daya tarik perkotaan sebagai penyedia berbagai fasilitas sosial, bisnis, dan budaya yang membuka peluang ekonomi melahirkan urbanisasi. Hal ini telah terjadi di berbagai negara, khususnya negara berkembang yang membutuhkan tenaga kerja dan memiliki target pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun tidak semua negara siap menanggapi isu urbanisasi ini. Urbanisasi akan meningkat seiring dengan kebutuhan akan perjalanan dan dengan ketidaksiapan fasilitas transportasi, kemacetan umumnya terjadi. Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan yang sudah lama terjadi di kota-kota besar Indonesia. Tidak hanya Jakarta, laporan Bank Dunia tahun ini menyebut kota-kota besar lainnya seperti Padang, Sumatra Barat; Malang, Jawa Timur; Pontianak, Kalimantan Barat; Bengkulu; dan Yogyakarta termasuk ke dalam kota dengan rasio waktu kemacetan tertinggi. Kemacetan menghabiskan banyak waktu keseharian masyarakat. Ambil contoh di ibu kota Jakarta. Setiap tahunnya masyarakat Jakarta menghabiskan lebih dari 400 jam di jalan. Tidak berbeda dengan Jakarta, di kota lain seperti Padang dan Yogyakarta, seperempat waktu perjalanan mereka habis di tengah kemacetan. Salah satu penjelasan mengapa kemacetan terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta, adalah karena fenomena urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Untuk mengatasinya diperlukan upaya dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat. Kompleksitas dan kemacetan kota besar di Indonesia Hubungan antara pola ruang antar kawasan, urbanisasi, motorisasi, dan infrastruktur jalan, serta angkutan umum merupakan penyebab terjadinya kemacetan di daerah perkotaan di Indonesia. Total kerugian yang diciptakan oleh kemacetan di 28 kota di Indonesia mencapai Rp56 triliun. Jakarta menanggung sekitar Rp36 triliun dari jumlah itu. Tidak hanya kerugian ekonomi, dampak dari kemacetan terbukti berpengaruh terhadap meningkatnya stres, penurunan kesehatan masyarakat, dan meningkatnya polusi udara Daerah perkotaan menyediakan fasilitas sosial, bisnis, dan budaya serta peluang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Urbanisasi berkembang sebagai usaha mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan mendorong meningkatnya kebutuhan akan perjalanan sehingga perlu diakomodasi dengan penyediaan infrastruktur transportasi. Jika tidak berhasil diakomodasi, akan timbul kemacetan. Oleh karena itu, urbanisasi menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan. Hal ini bisa kita lihat terjadi di Jakarta. kegiatan ekonomi Jakarta yang bergantung pada daerah penyangganya, yaitu Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, telah menciptakan arus lalu lintas yang signifikan dan kemacetan di dalam Jakarta. Hal ini diperburuk dengan semakin banyak orang yang menggunakan kendaraan bermotor dan belum tersedianya angkutan umum massal yang handal antar kawasan. Perilaku individu dalam memenuhi kebutuhan perjalanannya ikut andil dalam menyebabkan kemacetan. Tuntutan kesesuaian dengan gaya hidup, dukungan terhadap aktivitas pekerjaan, serta kualitas layanan transportasi publik yang kurang memadai menjadi pendorong orang menggunakan kendaraan pribadi. Solusi dari pemerintah dan tantangannya Pemerintah bukan tanpa usaha dengan meningkatkan investasi terhadap transportasi perkotaan. Bahkan di Jakarta, sejak awal 2010 hingga saat ini, pemerintah terus meningkatkan jaringan kereta commuter line Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang saat ini telah mengangkut lebih dari 300 juta penumpang setiap tahunnya atau naik hampir 50% dibanding jumlah penumpang tahun 2010 yang mencapai 203 juta orang. Pada akhir 2018, Moda Raya Terpadu MRT hadir di DKI Jakarta yang kemudian akan diikuti dengan fase selanjutnya. Proyek LRT yang sedang berlangsung juga merupakan bentuk usaha untuk menambah aksesibilitas di kawasan Jabodetabek. Usaha serupa juga dilakukan di kota-kota lain seperti Surabaya, Jawa Timur; Medan, Sumatra Utara; dan Bandung, Jawa Barat. Pemerintah terus bersiap untuk menyediakan angkutan massal berbasis rel di kota-kota ini. Selain angkutan berbasis rel, sejak 2013 pemerintah telah mengembangkan angkutan bus dengan sistem semi–bus rapid transit, di lebih dari 20 kota di Indonesia. Hal ini juga bukan tanpa tantangan. Misalnya, kurangnya daya tarik masyarakat terhadap transportasi publik dan mudahnya mendapatkan kendaraan pribadi menjadi masalah dalam pengoperasian angkutan ini. Solo dan Semarang di Jawa Tengah yang telah terbukti berhasil menjalankan sistem angkutan ini secara berkelanjutan. Kebijakan-kebijakan jangka pendek dan berkelanjutan juga diambil untuk mengatasi kemacetan. Kebijakan ganjil-genap di Jakarta, misalnya. Kebijakan ini membatasi kendaraan bermotor berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap. Pro dan kontra terjadi di masyarakat, terutama bagi para pengguna yang merasa hak mobilisasinya dibatasi. Pemerintah telah berusaha untuk mengatasi masalah kemacetan. Namun, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan dari masyarakat. Mulai dari hal kecil Kesadaran masyarakat untuk berkontribusi mengurangi kemacetan adalah poin penting dalam mengurangi kemacetan. Langkah kecil seseorang bisa secara signifikan berdampak luas dan mempengaruhi individu lainnya. Faktanya, jika pemerintah sudah menyiapkan segala fasilitas, semua kembali lagi kepada masyarakat. Perubahan perilaku masyarakat pelaku transportasi menjadi kunci penting. Secara spesifik, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk membantu mengurangi kemacetan Mengurangi jumlah atau jarak perjalanan hal ini dapat dilakukan dengan dengan membuat aktivitas lebih dekat dari lokasi tempat tinggal, atau mengganti aktivitas dengan menggunakan teknologi komunikasi seperti telepon seluler pintar. Dengan hal ini diharapkan jumlah perjalanan dan jarak perjalanan akan berkurang sehingga kemacetan dan emisi transportasi akan berkurang. Menggunakan angkutan umum menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta akan mengurangi penggunaan angkutan pribadi, sehingga perpindahan emisi oleh angkutan pribadi tergantikan oleh angkutan umum yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan implementasi dari pembangunan infrastruktur transportasi dan kebijakan perihal pengelolaan permintaan transportasi bergantung pada semua pihak, baik penyedia layanan yang memastikan kualitas pelayanan, maupun masyarakat sebagai pengguna layanan. Perlu diingat bahwa target untuk mencapai kota yang layak dengan transportasi berkelanjutan perlu dipahami dan diupayakan oleh semua orang. Franklin Ronaldo dan Muhamad Rizki berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Kemacetan dan Masa Depan Kota Tesis Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial lihat misalnya Morlock, 1985. Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula. Argumentasi Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates. Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata seperti Malioboro, Prawirotaman, Semarang, Bandung, Malang, Jakarta, serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis. Pengegasan Ulang Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi Unsur Kebahasaan atau kaidah kebahasaan teks eksposisi adalah ciri kebahasaan yang digunakan dalam pembuatan teks eksposisi. Adapun kaidah kebhasaan teks eksposisi adalah sebagai berikut. 1. Pronomina Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu pronomina persona dan pronomina nonpersona. Pronomina Persona kata ganti orang yaitu Persona Tunggal. Contohnya seperti ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si-., dan Persona Jamak Contohnya seperti kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para. Contoh pada teks tidak terdapat pada teks Pronomina Nonpersona kata ganti bukan orang yaitu Pronomina Penunjuk contohnya seperti ini, itu, sini, situ, sana. dan pronomina penanya contohnya seperti apa, mana, siapa. Contoh pada teks 1. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini 2. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis. 2. Kata Leksikal Nomina, Verba, Adjektiva, Adverbia A. Nomina kata benda Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll. Contoh pada teks 1. pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa 2. Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan B. Verba kata kerja Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis afiksasi, reduplikasi, komposisi. Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll. Verba turunan merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis afiksasi, reduplikasi, komposisi. Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll. Contoh Pada Teks 1. pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal. 2. Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang 3. Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, 4. Dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa C. Adjektiva kata sifat Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain. Contoh pada teks [tidak terdapat dalam teks] D. Adverbia kata keterangan Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain. Contoh pada teks 1. kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat. Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur. Adapun berikut adalah beberapa jenis konjungsi dan contohnya yang biasa kita temukan didalam sebuah teks eksposisi. Konjungsi waktu sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu. Konjungsi gabungan dan, serta, dengan. Konjungsi pembatasan kecuali, selain, asal. Konjungsi tujuan agar, supaya, untuk. Konjungsi persyaratan kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila. Konjungsi perincian yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni. Konjungsi sebab akibat karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya. Konjungsi pertentangan tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan. Konjungsi pilihan atau. Konjungsi penegasan/penguatan bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun. Konjungsi penjelasan bahwa. Konjungsi perbandingan bagai, seperti, ibarat, serupa. Konjungsi penyimpulan oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian. Contoh pada teks 1. Konjungsi pertentangan a. Didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan 2. Konjungsi penjelasan a. Menjelaskan bahwa, pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota. 3. Konjungsi sebab akibat a. Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup interna b. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa menganalisistekseksposisi Kereta bawah tanah yang penuh sesak dan jalan raya yang macet sudah jadi fenomena biasa di kota-kota besar. Jika kota-kota sudah merasakan kekurangan lahan di atas dan bawah tanah, itu saatnya membangun sarana di udara. Para ahli yakin akan hal itu. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, berpendapat, ini pasti kunci penting bagi mobilitas masa depan, karena dapat menyelesaikan banyak masalah. Sekarang semakin banyak proyek lalu lintas berurusan dengan mobilitas perkotaan dalam dimensi ketiga. Tobias Meinert dari RWTH Aachen menjelaskan, itu artinya kita menggunakan ruang udara di atas kota. Sekadar untuk menciptakan lebih banya tempat, karena jalanan di permukaan tanah ketersediaannya terbatas. Dan memang bisa kita lihat setiap hari, bagaimana penuhnya gondola yang bergantung pada rel Pada apa yang dinamakan Ottobahn misalnya, gondola bergelantungan pada sistem rel yang berlokasi lima sampai sepuluh meter di atas kota. Pada sistem ini tidak perlu stasiun perhentian. Gondola bisa berhenti dan turun ke tanah di setiap lokasi yang diinginkan, untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Lokasi pemberangkatan dan tujuannya bisa dikendalikan setiap penumpang lewat sebuah aplikasi. Sebuah perusahaan rintisan di München sudah melaksanakan ide mobilitas di udara ini pada tahapan penerapan. Di bagian utara München “start-up” itu sedang membangun pilot proyek pertama. Rene Müller, peneliti yang terkecimpung dalam proyek Ottobahn, mengungkapkan, system itu menawarkan kenyamanan transportasi individual dengan harga seperti alat transportasi umum konvensional. "Pada dasarnya ini gabungan dari keunggulan alat transportasi jarak dekat yang kita punya sekarang, dengan aspek-aspek individual, yang bisa dilihat dalam lalu lintas mobil pribadi,. begitu keterangan Fabian Zeller, yang juga berperan dalam proyek Ottobahn. Marc Schindler menambahkan, dengan jaringan ini mereka bisa melengkapi kota-kota dengan sangat cepat dan biaya relatif kecil.. Lewat animasi, “start-up“ itu juga sudah menunjukkan, bagaimana kenampakan lapangan Potsdamer Platz di Berlin, jika diubah untuk memfasilitasi Ottobahn. Yang tertingal hanya pertanyaan, apakah kendaraan di atas tanah benar-benar akan memberikan lahan cukup bagi kendaraan dari udara. Di samping proyek semacam , juga ada proyek yang menggabungkan beberapa elemen kendaraan umum misalnya UpBus. Pada jenis transportasi ini, gondola kereta gantung bisa berubah menjadi bus jika diperlukan. Konsep ini dikembangkan di Universitas Teknik RWTH Aachen, tepatnya pada institut mekanika struktur dan konstruksi ringan. Biasanya di sana para ilmuwan mengerjakan solusi mobilitas bagi luar umum terbang bagi penumpang Tobias Meinert dari RWTH Aachen mengungkap, mereka juga berurusan dengan lalulintas penumpang. Di mana-mana ada diskusi tentang taksi terbang, yang disebut “Flugtaxi“, yang mengangkut orang di kawasan tengah kota. Ia menjelaskan, pekerjaan mereka ada kaitannya dengan angkutan penumpang, dan lewat pekerjaan mereka tahu, “Flugtaxi“ bukan solusi bagi masalah perkotaan. Tapi mereka sadar, “terbang“ tetap saja jadi alternatif bagus. Dari situ muncul ide kereta layang. Di sejumlah kota metropolitan Amerika Selatan, kereta gantung sudah lama jadi bagian transportasi perkotaan. Di La Paz, Bolivia atau Bogota, ibukota Kolumbia , warganya sudah lama bisa dengan santai melayang di atas jalan-jalan yang mandeg akibat kemacetan parah,. Ini kemudahan yang selama ini belum bisa dinikmati di kota-kota Eropa yang bagian pusatnya kerap sarat bangunan bersejarah. Tobias Meinert yang bekerja di RWTH Aachen mengatakan, gereja katedral Aachen termasuk warisan budaya UNESCO. Kalau ada halangan yang bersifat kultural seperti itu, biasanya kereta gantung tidak bisa dipasang, karena tidak bisa dibangun begitu saja di dekatnya. Biasanya kereta gantung disambungkan dengan stasiun utama, agar orang bisa berganti kendaraan. Tapi di kota-kota yang bersejarah, peluang ini terbatas, dan terutama jalur kereta gantung serta stasiun tempat naik-turun penumpang perlu tempat luas. Kerap orang tidak bisa mendirikan stasiun di tempat yang diinginkan. "Menuru pendapat kami, inilah dua alasan mengapa sistem kereta gantung sulit bisa diterapkan di Eropa Barat", ujar udara yang mendarat dan menjadi bus kota Jadi bagaimana menggabungkan mobilitas udara dan darat di Aachen dengan baik? Tobias Meiner menjelaskan, ide berikutnya adalah kendaraan itu sendiri yang harus beralih trayek menuju tempat tujuan. "Itu adalah ide awal yang kami miliki, dan kami menggabungkannya dengan teknik satelit, karena kami punya elemen penghubungnya", paparnya lebih lanjut. Kabin gondola akan mendarat dengan empat roda dan bisa melanjutkan perjalanan sebagai bus. Tempat pendaratan dan gondola dihubungkan oleh sebuah kopling, yang sebenarnya dibuat untuk menyambungkan modul-modul satelit di ruang angkasa. Tobias Meinert, menjelaskan, ini sebenarnya bagian paling menentukan dalam teknik satelit, yaitu kopling luar angkasa yang cerdas. Empat hal bisa dihubungkan di satu lokasi. Itu membuat sistem ini istimewa. Di bagian dalamnya, ada sebuah cincin yang jadi penghubung mekanis. Inilah yang mereka gunakan untuk menghubungkan beberapa modul. Di sini, listrik dialirkan lewat pasak dan lubang. Di bagian tengah terjadi penyaluran data, dan cincin dari tembaga di bagian luarnya berfungsi sebagai pemanas. Kopling luar angkasa ini adalah trasformator ideal, untuk menghubungkan secara fleksibel kabin gondola dan tempat mendaratnya yang berada di atas roda, dan disebut "skateboard." Itu sudah terbukti lewat beberapa tes. Apa yang disebut "Up Bus" juga sedang dikembangkan sebaik mungkin. Ini adalah konsep, yang akan mengubah sepenuhnya lalu lintas di kawasan perkotaan. Ini bisa membuat kota-kota metropolitan Eropa ruang hidup yang baru sepenuhnya. Kai Uwe Schröder, peneliti dari RWTH Aachen, mengungkap dengan mengangkat jalur lalu lintas utama satu tingkat lebih tinggi, mereka menciptakan ruangan untuk digunakan orang, tanpa menyebabkan kerugian apapun. Mereka juga bisa menjangkau tujuan tertentu, karena mereka menggunakan trayek bus. "Saya pikir ini kunci penting untuk membuat lalu lintas umum penumpang jarak dekat lebih menarik. Dan bukan dengan memaksa orang untuk naik kendaraan umum", kata Schröder menambahkan.“Skateboard“ Prancis untuk perkotaan Ide "skateboard" juga jadi inspirasi bagi perusahaan otomotif Prancis, Citroen, yaitu untuk bentuk lalu lintas umum jarak dekat. Seorang pelanggan bisa memesan wadah berroda empat dengan aneka ragam fasilitas. Di dalam sebuah minibus orang misalnya bisa melakukan "fitness". Alternatif lain adalah ruang santai eksklusif, di mana transportasi di kota bisa jadi pengalaman yang sangat menenangkan. Manajer Citroen, Vincent Cobee, mengatakan, memberikan warga akses ke kota, dan membuat waktu yang dilewatkan di kendaraan lebih bernilai dan nyaman. "Skateboard" juga jadi dasar visi peralihat dari satu lokasi ke lokasi lain. Ini sedang dikerjakan perusahaan Italdesign bersama Airbus. Mereka membuat kabin penumpang, yang bisa diangkat ke udara oleh sebuah Quadcopter, atau menyatu dengan wadah berroda empat, dan beralih fungsi menjadi mobil. Nama proyeknya "Popup", dan tujuannya membuat perjalanan individual di kota metropolitan. Tapi bentuk mobilitas ini juga tidak akan berfungsi tanpa adanya kopling, yang dikembangkan untuk misi luar angkasa oleh para ilmuwan di kota Aachen. Kai Uwe Schröder, dari RWTH Aachen mengatakan, kunci penghubung antar modul terdapat pada sebuah steker. Ia menambahkan, “Saya melihat banyak video, di mana mobil-mobil dihubungkan dengan 'Quadcopter' kemudian bisa terbang. Ibaratnya disulap. Nah kami punya alat penyulapnya.“ Kendaraan yang lepas landas, pasti satu waktu harus mendarat pula. Oleh sebab itu, lalu lintas dimensi ke tiga juga perlu hubungan dengan daratan. Tapi satu hal jelas masa depan mobilitas perkotaan akan berada di udara. ml/as INOVATOR sumber JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini

kemacetan dan masa depan kota